Harga Rokok Naik, Perokok Beralih Mengonsumsi Rokok Tingwe

Harga Rokok Naik, Perokok Beralih Mengonsumsi Rokok Tingwe

KABAR TERMA
Minggu, 06 Maret 2022


Photo by: Slamet (Kru Magang)


GROBOGAN - Banyak warga Desa Wandankemiri yang tidak lagi mengonsumsi rokok dari warung, melainkan membuat rokok sendiri yang biasa disebut dengan tingwe (nglinting dewe) yang artinya melinting sendiri. Hal ini dilakukan sejak ditetapkannya kenaikan tarif CHT (Cukai Hasil Tembakau) sebesar 12% per bungkus oleh pemerintah pada 1 Januari 2022. Namun, dampaknya baru dirasakan masyarakat pada bulan Februari, (26/02/2022).


Rosidi (36) adalah salah satu warga yang memilih tingwe, lantaran harga rokok yang biasanya ia beli seharga Rp23.000 naik menjadi Rp29.000. Pria itu mengaku keberatan dengan kenaikan rokok per bungkusnya yang mencapai Rp6.000 hingga Rp7.000. “Sebelumya saya memang sudah merasa berat dengan harga rokok yang per bungkusnya dengan harga Rp23.000 untuk rokok LA, tapi sekarang cukainya naik dan harga semua rokok melonjak tinggi, saya merasa keberatan lalu memilih untuk membuat rokok sendiri di rumah,” ujarnya.


Satu paket alat pembuat rokok dibandrol dengan harga Rp30.000. Alat itu bisa didapatkan di beberapa toko tembakau yang berada di pasar-pasar tradisional Kudus. Sedangkan, tembakau dibanderol dengan harga Rp15.000 per ons, dengan takaran 1 ons tembakau bisa menghasilkan 120 batang rokok. “Dengan adanya inovasi ini kita bisa berhemat untuk pengeluaran per harinya, dan kita pun tidak merasa kehilangan rokok di kehidupan kita,” tutur Ainudin (23) salah satu perokok berat di Desa Wandankemiri.


Reporter: Slamet

Editor: Ael dan Tika